Sejarah Larangan Judi Di Indonesia dan Dampaknya.

216.83.47.126 – Bukan rahasia lagi bahwa permainan judi sudah ada sejak dahulu kala. Bahkan jauh sebelum Indonesia berkembang atau mungkin sebelum Indonesia merdeka. Tentu penyebaran judi melalui perpindahan penduduk-penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya. Bahkan, beberapa jenis judi juga berasal dari negara lain.

Keseruan bermain judi bukan hal yang diragukan. Semua sepakat bahwa bermain judi dapat menghibur sekaligus memberikan tantangan tersendiri. Maka tidak heran banyak jenis judi yang berkembang tapi tetap memiliki banyak sekali pemain.

Berbicara soal judi, tidak hanya diperuntukkan oleh kalangan atas saja. Hampir semua lapisan masyarakat tentu memiliki hak untuk memutuskan main judi. Semua bisa punya peluang kemenangan yang sama asalkan memiliki modal berupa taruhan yang bisa dipasang. Taruhan adalah modal wajib yang harus dimiliki oleh setiap pemain.

Angka taruhan sangat bervariatif. Ada yang berupa uang tunai, ada pula yang berupa barang san jasa. Semua ini bergantung pada jenis permainan judi serta wadah bermainnya. Semakin eksklusif, maka semakin bergengsi juga nilai taruhannya. Dengan demikian, akan berdampak pula pada nilai hadiah yang akan dibawa pulang.

Sejarah Singkat Larangan Judi Di Indonesia

Kita paham betul bahwa judi bukan permainan yang baru di Indonesia. Untuk itu berikut ini merupakan sejarah larangan judi Indonesia yang bisa Anda ketahui. Setidaknya, Anda punya pengetahuan bahwa sebenarnya permainan judi dulunya merupakan hiburan favorit pada zaman dahulu.

Perlu diketahui bahwa pada tahun 1960an sebenarnya permainan judi masih dilegalkan. Bahkan, istilah judi pada saat itu dikenal dengan undian berhadiah. Tidak tanggung-tanggung, Anda bisa mendapatkan total uang tunai senilai 500 ribu pada masa itu. Ini tentu menjadi nominal paling besar di era 60an. Hadiah terendahnya saja berkisar 10 ribu hingga 20 ribu. Dan ini bukan angka yang sedikit pada masa itu.

Permainan judi yang sempat viral pada masa itu adalah jenis judi lotere buntut. Permainan ini cukup gampang untuk dimainkan. Para pemain cukup menebak saja dua angka terakhir yang dikira akan keluar di babak tersebut. Maka sangat wajar jika peminatnya banyak. Antusias masyarakat sangat tinggi mengingat mekanisme bermain yang mudah dan iming hadiah yang besar.

Sejarah larangan judi di Indonesia diawali oleh keputusan pemerintah daerah yaitu gubernur DKI Jakarta  untuk melakukan pelegalan terhadap permainan judi. Waktu itu, Ali Sadikin mendapat amanah sebagai gubernur DKI. Baginya, pelegalan judi betrdasarkan Undang-undang No. 11 tahun 1957 yang menjelaskan bahwa pemerintah berhak mengatur wilayahnya sendiri.

Atas dasar itulah akhirnya judi di ibukota bisa bebas dimainkan. Bahkan, Ali Sadikin berhasil membuktikan bahwa permainan judi dapat membantu dalam pembangunan wilayahnya. Tentu ada kontribusi dari tiap-tiap pemain sehingga pelegalan ini berdampak pada pembangunan.

Meski demikian, pro serta kontra terkait permainan judi tidak dapat dihindarkan. Pada tahun 1965, permainan judi sempat di hentikan. Bahkan bisa dikatakan, sangat ditentang oleh presiden Sukarno. Hal ini terlihat jelas dari keputusan presiden No.113 pada tahun 1965 yang menyatakan bahwa aktivitas perjudian seperti lotere serta musik-musik dapat merusak moral bangsa.

Sejak saat itu, bermain judi di Indonesia tidak seleluasa dulu. Meskipun ada larangan, bukan berarti aktivitas 216.83.47.126 judi dapat lenyap begitu saja. Bahkan, beberapa orang memainkannya dengan sembunyi-sembunyi. Pada era modern seperti saat ini, tidak sulit mendapatkan media bermain judi. Tidak sama seperti sejarah larangan judi di Indonesia.

Dampak Buruk Bermain Judi Sehingga Dilarang

Melihat alasan dibalik keputusan pelarangan judi, maka sebenarnya hal ini tidak salah. Bahkan pda satu sisi, pelarangan ini tentu berdasarkan dampak buruk yang diberikan. Tidak main-main bahwa hal terparah yang akan dirasakan adalah kecanduan. Dari kecanduan, maka akan timbul beberapa perilaku yang tidak menyenangkan, seperti:

Malas Bekerja

Mengingat bermain judi memiliki metode mendapatkan uang dengan santai, maka sudah pasti hal ini akan mempengaruhi mental malas. Terutama malas dalam melakukan aktivitas dan bekerja. Mereka hanya berharap menebak angka dan membawa pulang hadiah.

Resiko Kriminal

Sejarah larangan judi di Indonesia juga membuktikan bahwa orang yang kecanduan bermain judi cenderung mudah melakukan tindakan kriminal. Beberapa diantaranya adalah mencuri dan melakukan penganiayaan. Hal ini tentu bermuara pada kebutuhan uang untuk memasang taruhan.

Lupa Waktu

Tanda kecanduan judi yang paling nampak adalah lupa waktu. Orang yang terus-terusan bermain judi biasanya lupa waktu untuk pulang, lupa keluarga dan hanya mementingkan permainan saja. Jika dibiarkan, ini tentu akan merusak mental pemain sendiri.

Bikin Cepat Miskin

Karena membutuhkan modal untuk memasang taruhan, maka tidak heran jika bermain judi kerap membuat beberapa orang jatuh miskin. Kita tahu bahwa untuk terus melanjutkan permainan, ada taruhan yang wajib dipasang. Setiap babaknya, nilai taruhan juga akan naik.

Jadi Pemalas

Karena hanya menebak saja, maka permainan ini akan sangat mudah membentuk karakter pemalas pada pemain. Jika jadi kebiasaan, akan berdampak pada aktivitas harian. Dengan demikian, perilaku pemain menjadi perilaku yang tidak baik untuk dijadikan contoh.

Jadi bukan tanpa alasan pelarangan judi itu ada. Sejarah larangan judi di Indonesia tidak hanya berdasarkan keputusan presiden belaka. Keputusan tersebut di ambil berdasarkan dampak-dampak sosial yang ditimbulkan. Dan tentu ini merugikan banyak pihak. Apalagi jika yang memainkannya adalah anak muda. Maka sangat mengganggu proses tumbuh kembangnya. Mulai dari pola pikir dan perilaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *