Hukum Judi Poker Menurut Undang-Undang

Woman hand holding aces and king cards

Hukum Judi Poker di Indonesia – Perjudian di Indonesia adalah dilarang. Sementara perjudian yang paling terkenal adalah dengan bermain kartu. Kartu yang paling umum digunakan dalam perjudian adalah kartu remi, yang mana salah satu permainan yang dapat dimainkan dengan kartu remi adalah poker.

Poker adalah permainan paling populer yang dimainkan oleh para penjudi, dimana inti permainan adalah siapa yang memiliki kombinasi kartu paling besar dialah yang menang.

Beberapa orang mungkin masih awam dan menganggap perjudian adalah hal yang sepele dan tidak memiliki hukum yang kuat untuk menjerat orang dan mengkategorikannya dalam pasal tindak pidana.

Kerugian Judi

Seharusnya orang-orang sudah paham konsekuensi yang bersifat merugikan apa saja yang dapat dihadapi jika bermain judi. Namun, tidak jarang banyak yang terkecoh dan tidak menyadari bahwa mereka terlibat dalam perjudian. Kedok bandar judi dalam menarik pemainnya berbagai macam, bisa lewat tawaran investasi, sistem pelelangan ataupun yang paling disadari adalah dengan melakukan permainan online, seperti poker misalnya. Bagi orang-orang yang awam, mereka tahunya hanya melakukan investasi, yang tidak disadari itu hanyalah kedok dari perjudian.

Adapun orang yang melakukan perjudian dengan sadar dan sengaja, mereka masih menyepelekan hukum judi poker, dan menganggap permainan judi poker ini kebal hukum, dilihat dari fakta masih banyak yang melakukan judi jenis ini.

Dari sisi manapun, judi itu merugikan. Adapun kesenangan situs idn poker online yang didapat satu kali hanyalah hal yang fana. Uang yang didapat adalah uang haram. Anda mau mengotori keluarga Anda dengan hasil uang yang tidak jelas asal-usulnya?

Kerugian dari sisi lain adalah Anda akan kecanduan. Kecanduan ini datang pada diri Anda sendiri maupun akibat bujukan dari orang lain. Orang lain yang kalah dalam permainan judi, biasanya akan membujuk orang yang baru menang untuk memainkan permainan sekali lagi. Nyatanya, tidak hanya sekali, namun berkali-kali. Ini seperti lingkaran setan yang tidak terputus.

Orang yang sudah kecanduan inilah yang bahaya. Kebanyakan orang yang kecanduan akan melakukan apapun untuk menunaikan hal yang menjadi ketergantungannya. Bagi orang yang kecanduan perjudian, mereka akan bertaruh pada apapun yang dimiliki, harta benda, rumah dan beberapa kasus mengarah pada bertaruh keluarganya sendiri, istri, dan anak-anak. Dari sisi manapun, perjudian yang mengarah pada mempertaruhkan manusia bukanlah hal yang waras untuk dilakukan. Tindakan perjudian tentu tidak jauh-jauh dari tindak kriminal lain seperti pencurian, perampokan,bahkan human trafficking.

Adapun hukum judi poker menurut undang-undang  dapat disimak di bawah ini.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP): Pasal 303

Pasal perjudian yang pertama adalah pasal 303 KUHP tentang perjudian, ayat pertama membahas tentang pidana paling lama adalah empat tahun penjara. Adapun pidana denda paling banyak adalah sepuluh juta rupiah. Ini berlaku bagi siapa saja yang secara sengaja menggunakan kesempatan untuk bermain judi, ikut serta baik yang diadakan di pinggir maupun jalan umum ataupun suatu tempat, kecuali ada izin pihak berwenang.

Dalam pasal tersebut dijelaskan pula apa yang dimaksud perjudian. Permainan judi yang di maksud adalah permainan di mana kemenangan didasarkan pada peruntungan belaka, termasuk terdapat pertaruhan di dalamnya.

Judi Online dan hukumnya

Jika judi poker yang dilakukan dengan transaksi online dan media internet, seperti yang sedang marak saat ini, maka dapat dikenakan pasal berlapis . Undang-undang yang berlaku dalam perjudian online adalah Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 Nomor 11 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Adapun undang ini adalah hasil perubahan dari Undang-Undang ITE.

Menurut pasal 27 ayat kedua Undang-Undang ITE, orang yang  dapat dijatuhi pidana adalah orang yang mendistribusikan ataupun membuat orang lain dapat mengakses dokumen dengan konten perjudian tersebut secara ilegal.

Pada pasal 43 ayat 1 Undang-Undang ITE dapat dilakukan penyidikan oleh polisi maupun aparatur sipil negara yang berwenang. Adapun sanksi yang diberikan tercantum dalam pasal 45 ayat 1 dengan kesimpulan pidana yang diberikan adalah paling lama enam tahun enjara dan denda paling banyak sebesar satu miliar rupiah.

Itulah hukum judi poker menurut undang-undang yang dapat disampaikan. Semoga kita dapat menimbang dan berpikir ulang jika memiliki niat untuk bermain judi, termasuk judi poker mengingat kerugian-kerugian yang ditimbulkan dan hukum yang berlaku.