2 Alasan Judi Online Dilarang dalam Islam

202.95.10.87 – Sebuah perilaku yang menyimpang di dalam Al Qur’an dikatakan sebagai salah satu bentuk perbuatan munkar. Dan di dalam Al-Qur’an perbuatan ini memiliki nilai negatif yang mana memang harus anda tinggalkan. Dimana tujuan hukum di dalam Al qur’an adalah untuk membuat manusia agar selalu berbuat baik dan tidak berbuat munkar pada orang lain. Nah agar tujuan ini bisa tercapai maka manusia disarankan untuk patuh dan juga harus taat pada aturan yang ada.

Al qur’an juga melarang perbuatan judi. Karena judi sendiri adalah salah satu perbuatan yang bisa menyebarkan permusuhan dan kebencian diantara manusia yang akhirnya membuat manusia menjadi lupa pada Allah dan waktu untuk Sholat. Hal inilah yang akhirnya membuat perjudian memberikan masalah dan resiko pada manusia.

Bahkan sejak dulu Rasulullah juga sudah melarang untuk melakukan jual beli batu kerikil dan jual beli gharar. Dan Rasulullah juga melarang untuk manusia membeli ikan yang masih ada di dalam air  alasannya karena jual beli bentuk ini mengandung kemungkinan penipuan. Karena semua ini masih belum pasti namun sudah diperjual belikan. Inilah yang bisa dikatakan juga bentuk judi.

Judi masuk dalam Maysir

Maysir adalah salah satu bentuk perbuatan yang didalamnya ada bentuk pertaruhan dan ini bisa dikatakan judi. Hukum judi 202.95.10.87 dalam islam sebenarnya bukan hanya terletak dalam bentuk permainan yang dibuatkan namun juga terletak pada perbuatan yang ada di dalam bentuk pertaruhan termasuk online. Dimana bentuk pertaruhan ini bukan hanya uang namun tak jarang juga ada rumah, mobil, tanah, uang digital dan benda lainnya.

Maysir juga mengartikan bentuk judi dengan segala bentuk permainan yang mana wujudnya untuk bisa menang. Dengan artian yang kalah akan memberikan sejumlah uang dan barang yang sudah sepakati sebagai salah satu bentuk taruhan pada pihak yang menang.  Selain itu, dijelaskan juga jika ada dua orang yang berlomba  dan ada yang mengeluarkan sejumlah uang taruhan maka dalam kondisi seperti ini juga dikatakan judi dan tidak boleh dilakukan. Nah, karena judi adalah bentuk dari maysir yang menurut pengertian adalah kegiatan yang bersifat taruhan antara dua pihak atau lebih sehingga yang menang mendapatkan bayaran maka hal ini tidak boleh dilakukan.

Judi termasuk Tazir

Tazir sebenarnya bisa berlaku pada semua orang yang melakukan kejahatan dan hanya satu syaratnya yaitu mereka memiliki akal sehat. Hal ini tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki – laki. Kafir atau muslim, karena setiap orang yang melakukan kemungkaran atau menganggap pihak laian sebagai alasan yang tidak dibenar baik ucapan, isyarat hingga perbuatan. Maka mereka akan mendapatkan sanksi tazir sehingga mereka tidak melakukan perbuatannya kembali.

Dan suatu perbuatan dapat dikatakan sebagai sebuah bentuk perjua jika telah terdapat beberapa unsur khusus. Setidaknya ada dua syarat khusus yang bisa mengatakan juga orang tersebut melakukan perbuatan judi. Diantaranya adalah :

  • Ada dua pihak yang mana masing – masing ini terdiri dari dua orang atau lebih yang melakukan taruhan. Dimana yang menang akan mendapatkan bayaran oleh orang yang kalah menurut perjanjian yang sudah mereka sepakati di awal
  • Baik mereka yang menang atau mereka yang kalah akan dihubungkan dengan peristiwa yang berada di luar kekuasaan dan diluar pengetahuan natara dua orang yang melakukan taruhan

Jika kedua unsur ini dipenuhi, maka bisa dikatakan ini adalah bentuk judi. Namun ketika ada perlombaan namun sponsor memberikan hadiah pada yang menang, maka ini bukan masuk dalam judi karena kedua belah pihak tidak melakukan taruhan. Dimana secara prinsip sebenarnya beberapa lomba yang berhadiah seperti perlombaan kontes musik, perlombaan olahraga masih sangat diperbolehkan menurut ajaran islam. Dengan catatan selama semuanya sama sekali tidak membahayakan keselamatan jiwa dan badan. Untuk hadiah yang didapatkan sebenarnya masih diperbolehkan jika :

  • Hadiah Disediakan oleh sponsor memang untuk pemenang
  • Hadiah adalah janji dari seseorang untuk pemenang dari yang ikut lomba
  • Hadian disediakan oleh pelaku lomba untuk mereka yang menang tanpa yang kalah harus membayarkan biaya / barang tertentu jika kalah. Dengan demikian maka masih diperbolehkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *